Skip to main content

5 Keanehan Mahkota Sultan Ternate Yang Jarang Dikatahui Banyak Orang

Berbicara soal benda penghias kepala raja itu, di Ternate ada sebuah mahkota yang unik luar biasa bernama Stampa. Mahkota ini sudah dipakai sejak masa sultan pertama Ternate sampai hari ini. Kalau dilihat dari bentuk, Stampa sangat indah dengan taburan batu-batuan mulia. Tapi, yang membuatnya istimewa bukan soal bentuk saja, tapi juga keunikan-keunikan tak logis yang menyelimutinya.

Mahkota bagi seorang raja tak hanya sekedar pendukung penampilan saja, tapi memiliki makna yang sangat dalam. Mahkota adalah representasi dari berbagai simbol, mulai dari keindahan, kekuatan, kekuasaan, dan sebagainya. Makanya, mahkota kadang lebih dikeramatkan daripada sang raja itu sendiri.

Lalu seperti apa 5 keanehan yang dimiliki mahkota cantik ini? Temukan jawabannya lewat ulasan berikut.

1. Mahkota Stampa Punya Rambut yang Bisa Tumbuh Memanjang


Tak hanya bebatuan mulia serta lempeng-lempeng emas, salah satu atribut unik dari mahkota ini adalah terdapatnya rambut di sana. Hal yang menarik dari rambut mahkota ini adalah ia bisa tumbuh memanjang. Mahkota adalah benda mati, makanya keanehan ini bisa dibilang sangat tak wajar, tapi ini memang benar-benar terjadi.

Rambut pada Stampa akan selalu memanjang. Makanya, dalam setiap tahunnya sultan akan memotong rambut ini. Biasanya pemotongan rambut tersebut bertepatan pada momen Idul Adha. Tak ada ritual khusus yang mengiringi prosesi pemotongan rambutnya. Hanya doa-doa saja. Guntingnya sendiri pun juga bukan sesuatu yang khusus pula.

2. Mahkota Stampa Punya Kamarnya Sendiri


Stampa bisa dibilang adalah simbol kebesaran kesultanan Ternate. Maka tak heran kalau benda ini dijaga dengan sangat ketat. Menurut salah satu tokoh di sana, Stampa hanya boleh dipegang oleh sultan dan satu orang penjaganya. Tak hanya itu, proses penyimpanannya sendiri juga sangat ketat.

Mahkota ini disimpan di sebuah kamar yang ada di ruangan raja, kamar ini bernama Puji. Di dalam kamar Puji, mahkota akan diletakkan dalam sebuah kotak kaca yang berukuran sekitar 50 cm. Mahkota ini sendiri sangat jarang dipakai. Makanya, Stampa lebih banyak menghabiskan waktunya di dalam kotak tersebut.

3. Stampa Tak Hanya Dijaga Oleh Manusia


Tak hanya disimpan dan diawasi oleh penjaga termasuk raja, mahkota ini konon juga dijaga oleh makhluk gaib. Tak diketahui makhluk gaib macam apa yang melindungi Stampa, tapi masyarakat sangat mempercayai hal tersebut.

Sebenarnya memang agak susah dipercaya jika Stampa dijaga oleh makhluk gaib, mengingat secara visual tak bisa kelihatan. Tapi, yang jelas sejak dulu mahkota ini tak pernah sekalipun hilang. Mungkin itu bisa jadi salah satu bukti jika memang ada ‘sesuatu’ yang lain menjaga mahkota ini.

4. Mahkota yang Tak Bisa Dinilai Dengan Apa pun


Melihat bentuk dan sejarahnya, tentu kalau dijual mahkota ini akan sangat-sangat mahal. Meskipun begitu, tak pernah ada yang bisa menebak berapa harga pastinya. Kalau dilihat dari material penyusunnya, mahkota ini terdiri dari batuan mulia serta emas di beberapa sisinya. Dihitung kasar mungkin nilainya miliaran.

Belum lagi kalau mempertimbangkan keajaiban yang dimilikinya serta sejarah yang ada. Mahkota ini serasa tak bisa lagi diukur dengan sejumlah uang. Jika itu masih belum cukup, mahkota ini konon hanya ada dua saja di dunia. Yakni di Turki dan Ternate. Hal ini tentu akan menambah nilai dari Stampa yang memang takkan pernah bisa diukur dengan nominal.

5. Stampa Dipakai Hanya Untuk Memilih Raja dan Ratu


Meskipun mahkota adalah atribut yang lekat dengan sosok raja, namun Stampa sendiri sangat jarang digunakan. Ya, ia hanya dikeluarkan dari kotak jika terjadi momen-momen penting menyangkut kesultanan Ternate. Salah satunya adalah pemilihan raja dan ratu yang baru.

ketika ada calon raja baru, ia diharuskan untuk memakai mahkota satu ini. Jika pas dan nyaman, maka ia akan terpilih jadi raja. Jika terlalu longgar atau bahkan tak muat di kepala, maka dipastikan ia bukanlah seorang raja. Tanda lain seseorang tak terpilih jadi raja adalah ketika Stampa yang hendak dipakaikan tiba-tiba terjatuh tanpa disengaja. Selain untuk menentukan siapa rajanya, mahkota ini juga dipakai untuk memilih calon istri sultan.


Sulit dipercaya jika sebuah benda mati bisa berlaku ajaib seperti itu. Tapi, ada begitu banyak bukti dan saksi yang kuat soal keanehan mahkota Stampa. Namun, terlepas dari semua keanehan ini, yang jelas Stampa adalah simbol kebesaran kesultanan Ternate yang sampai kapan pun akan selalu dikeramatkan dan dijaga oleh masyarakatnya.

Comments

Popular posts from this blog

Foto Perubahan Drastis Pos Perbatasan Indonesia Dan Negara Tetangga

Sebuah perbatasan menunjukkan kebanggaan dan wajah bangsa Indonesia. Jika dua tahun lalu kondisi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) di sangat memprihatinkan, kini kondisinya sudah berubah. Jika banyak masyarakat berpikir bahwa citra pembangunan negara dilihat dari Ibu Kota, hal tersebut sepertinya tidak menjadi satu patokan baku bagi pemerintah saat ini gan. Hal ini dibuktikan dengan pembangunan pos perbatasan Indonesia dengan negara tetangga di berbagai wilayah. Pos yang dulu dirasa kurang layak untuk ditempatkan di pintu gerbang negara Indonesia kini disulap menjadi lebih besar dan megah. Berikut beberapa kondisi Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Indonesia dulu dan sekarang yang dikumpulkan dari berbagai sumber. 1. Mota Ain Pos Lintas Batas Negara (PLBN) ini diresmikan oleh presiden Joko Widodo pada 28 Desember 2016. Arsitektur bangunan diadaptasi dari budaya yang ada pada masyarakat Belu, Timor Barat, yang berbatasan langsung dengan Timor Leste. Pembangunan akan kembali dilanjutkan hingga ...

14 Fakta Mencengangkan Kota Sampah di Mesir

Permasalahan sampah memang menjadi masalah utama untuk negara-negara berkembang terutama Kota Metropolitan besar. apalagi kota yang belum bisa mengelola sampahnya dengan baik seperti Kairo di mesir. jika di Jakarta ada bantar gebang, di Kairo juga ada namanya Manhsyiat Naser. tempat ini yang menjadi pusatnya sampah-sampah kota Kairo dikelola. Penasaran bagaimana Penampakan dari Manhsiyat Naser? berikut penampakannya 1. kota bernama Manshiyat naser di Mesir ini terkenal sebagai kota sampah atau Garbage City Manshiyat Nasser, atau seperti yang lebih dikenal, Garbage City, "adalah pemukiman kumuh dengan populasi sekitar 60.000 di pinggiran Bukit Moqattam, di wilayah metropolitan Kairo yang luas. 2. Desa ini terkenal karena hampir setiap tempat tertutup sampah, termasuk jalan-jalan dan atap permukiman penduduk. Layaknya Ibukota Berkembang seperti Jekardah.. Tumpukan sampah ini adalah hasil dari Wilayah Metropolitan Kairo yang belum pernah punya sistem pengumpulan sampah yang efisien, ...

Membongkar Keahlian Lauren "Wanita" Cantik yang Menipu Rizky

Lauren alias ahmad subandi dan Rizki budiansyah Kisah cinta mereka beberapa waktu lalu sempat membuat heboh serta menghiasi beberapa lini masa media nasional yang memang tak biasa terjadi dinegara kita. Rizki, seorang pria warga BTN Pinang Merah, Kalimantan Tengah memadu kasih dengan Lauren seorang warga Manis Mata, Kalimantan Barat. Sekilas memang tak ada yang salah dengan pasangan ini jika melihat tampilannya, namun petaka menghampiri keduanya saat Satpol PP setempat menghancurkan hubungan mereka yang sudah terjalin selama 8 bulan lamanya, disebuah hotel. Bagai tersambar petir disiang bolong, Rizky yang memiliki niat untuk mengakhiri pelabuhan cintanya ke Lauren seketika langsung runtuh, hatinya tercabik-cabik dan seketika membisu melihat pengakuan seseorang yang amat dicintainya. Kisah ini menjadi viral seantero nusantara karena keunikannya, bahkan menjadi pemberitaan media asing seperti yang terjadi dinegara tetangga kita Malaysia. Ya memang sih, Perawakan Lauren memang secara kas...